Indonesia sebagai negara dengan keanekaragaman hayati (biodiversity), memiliki keanekaragaman jenis bambu. Tanaman yang bisa diolah untuk berbagai kebutuhan ini, juga memiliki peran penting menyelamatkan lingkungan dan manfaat tersembunyi di masa depan.
Dalam fungsi lingkungan, bambu sangat signifikan dalam menjaga sistem hidrologis sebagai pengikat tanah dan air. Tanaman bambu yang rapat dapat mengikat tanah pada daerah-daerah lereng, sehingga mampu mengurangi erosi, sedimentasi dan longsor. Selain itu bambu juga merupakan salah satu tanaman yang dapat menyimpan air dan karbon, menahan kebisingan serta mempunyai nilai ekonomis.
Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya mengatakan Indonesia negara megadiversity, tapi di sisi lain, bangsa ini tidak mampu mengelolanya dengan optimal untuk kehidupan negeri sendiri dan dunia.
Bagian dari biodiversity yang Indonesia miliki adalah bambu. Eksistensi bambu tidak bisa dilepaskan dari budaya masyarakat di Asia, sebagai masyarakat yang hidup dengan bambu. Indonesia seharusnya bisa terkenal menjadi negara bambu, karena spesies bambu yang dimiliki lebih banyak dibanding China yang disebut negeri tirai bambu.
Di dunia dikenal 1.500 jenis bambu, 147 jenis di antaranya adalah jenis ahli Indonesia dan termasuk jenis-jenis bambu yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Bambu tumbuh di daerah tropis, sub tropis dan beriklim sedang kecuali di Eropa dan Asia Barat, dari dataran rendah sampai pada ketinggian 4.000 m dpl. Tempat tumbuhnya pada tanah aluvial dengan tekstur tanah berpasir sampai berlampung, berdrainase baik, beriklim A/B (tipe FS) dengan ketinggian optimal 0-500 m dpl.
Sumber (www.wikipedia.org)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar